Pemanfaatan Lorong Selokan Sekolah untuk Budidaya dan Edukasi Tanaman Hidroponik

Dalam rangka mewujudkan Nawa Bhakti Satya JATIM Cerdas dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-76, Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan wadah terhadap semangat kompetisi, inovasi dan kreativitas pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru dalam mensukseskan Program Merdeka Belajar.

Adapun tema yang diusung adalah “Mengembangkan Inovasi GTK Bermutu di Era Merdeka Belajar”. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendongkrak kreativitas, inovasi serta jiwa berkompetisi bagi Kepala Sekolah dan Guru dalam dunia pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Adapun kategori lomba yang diikuti adalah Urban Agriculture.

Ada beberapa persyaratan yang harus diikuti dalam lomba ini. Salah satu persyaratannya  adalah guru SMA, SMK, dan PKLK Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Saya adalah guru SMK Swasta yaitu SMK Muhammadiyah Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Saya juga bukan berasal dari lulusan S-1 bidang Pertanian. Saya adalah seorang guru Bimbingan dan Konseling dimana saya tidak punya basic apapun dalam bidang pertanian. Walaupun saya berasal dari orang tua yang pekerjaannya adalah petani, namun saya tidak pernah diajari tentang bertani sejak kecil. Saya hanya disuruh untuk belajar dan terus belajar agar kelak jadi seorang pendidik. Pernah ikut membantu di sawah atau diajak ke hutan, namun itu hanya kadang-kadang.

Sampai saya dewasapun, sangat jarang saya berkecimpung dalam dunia pertanian. Hidup saya lebih banyak dihabiskan dalam bidang pendidikan. Karena orang tua tidak ingin anaknya punya pekerjaan seperti mereka. Orang tua sangat berharap bahwa anaknya akan memiliki pekerjaan yang lebih layak dari mereka. Guru adalah satunya.

Di dalam dunia pendidikan inilah saya berkarya. Melalui lomba GTK Creative Camp (GCC), saya berkreasi dan berkompetisi. Dengan judul “Pemanfaatan Lorong Selokan Sekolah untuk Budidaya dan Edukasi Tanaman Hidroponik”, saya masuk ke dalam 5 besar. Diharuskan presentasi untuk menyaring para nominasi 5 besar untuk dipilih lagi menjadi 3 besar. Dengan waktu 5 menit, saya menyelesaikan presentasi.

Juri memberikan komentar agar mengembangkan hidroponik menjadi aquaponik sehingga lorong selokan juga bisa digunakan sebagai budidaya ikan. Adapun ikan yang disarankan adalah ikan nila agar pipa tetap terjaga kebersihannya. Karena jika yang dibudidayakan adalah ikan lele, pipa akan cepat kotor dan bisa berdampak buruk pada tanaman.

Dengan ucapan terima kasih atas saran yang diberikan, saya menerima saran juri sebagai masukan untuk proyek ke depan. Adapun saran dari moderator adalah diminta mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan agar mengetahui laba yang diperoleh. Karena seorang pengusaha yang baik akan senantiasa menuliskan apa yang sudah dikerjakan. Setelah para juri berunding, akhirnya diumumkan para peserta yang masuk ke dalam 3 besar.

Akhirnya saya masuk lagi ke dalam 3 besar. Masih belum tau mendapat peringkat berapa karena masih akan diumumkan pada saat penganugerahan. Semoga saya mewakili SMK Muhammadiyah Watulimo bisa mendapatkan juara 1

Write a comment