Logo
SMK MUHAMMADIYAH WATULIMO

Membangun Generasi Cerdas, Berkarakter Kuat, dan Siap Kerja

Muhammadiyah sebagai Gerakan Pendidikan Modern di Indonesia

Kategori: Education 18 November 2025
Muhammadiyah sebagai Gerakan Pendidikan Modern di Indonesia

Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, dikenal luas sebagai pelopor gerakan pendidikan modern. Organisasi ini didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan, pada masa ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Kehadiran Muhammadiyah menjadi jawaban atas berbagai persoalan sosial, keagamaan, dan pendidikan yang menjerat masyarakat pribumi, terutama umat Islam.

Konteks Sosial Pendidikan pada Masa Penjajahan

Pada awal abad ke-20, kondisi pendidikan di Hindia Belanda sangat timpang. Hampir seluruh masyarakat pribumi tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal yang layak. Sekolah-sekolah modern hanya dapat diikuti oleh kalangan priyayi, ningrat, atau kelompok ekonomi atas, sementara rakyat jelata hampir tidak tersentuh oleh pendidikan.

Selain itu, penjajah menerapkan dikotomi pendidikan:

  • Pendidikan umum (western education) yang diajarkan di sekolah kolonial, namun aksesnya terbatas bagi orang-orang tertentu dan banyak didominasi oleh kelompok non-Muslim.
  • Pendidikan agama yang berkembang di pesantren dan surau, berfokus pada ilmu-ilmu keislaman tanpa banyak memberikan pembekalan keterampilan modern seperti ilmu pengetahuan umum, politik, administrasi, atau teknologi.

Akibatnya, komunitas intelektual saat itu didominasi oleh kalangan menengah atas yang mendapat pendidikan Barat. Sementara itu, banyak umat Islam hanya mempelajari ilmu-ilmu agama tanpa akses pada pengetahuan umum dan keterampilan modern yang diperlukan untuk bersaing dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Ketidakadilan ini melahirkan kesenjangan intelektual dan sosial yang cukup besar.

Lahirnya Muhammadiyah sebagai Gerakan Pembaruan

Dalam situasi itulah Muhammadiyah lahir. KH. Ahmad Dahlan melihat bahwa umat Islam tidak akan mampu bangkit jika terus terjebak dalam keterbelakangan pendidikan. Ia memadukan nilai-nilai ajaran Islam dengan pendekatan pendidikan modern agar masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang luas namun tetap berlandaskan akhlak dan spiritualitas.

Beberapa langkah pembaruan yang dilakukan Muhammadiyah antara lain:

1. Mengintegrasikan Ilmu Agama dan Ilmu Umum

Muhammadiyah menolak dikotomi pendidikan. Di sekolah-sekolah Muhammadiyah, ilmu agama diajarkan berdampingan dengan ilmu umum seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bahasa. Pendekatan integratif ini membuat pendidikan menjadi lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

2. Membuka Akses Pendidikan bagi Semua Golongan

Sejak awal, sekolah-sekolah Muhammadiyah dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang kelas sosial. Ini merupakan langkah revolusioner karena pada masa itu pendidikan modern hanya diperuntukkan bagi elit.

3. Sistem Sekolah Berbasis Kurikulum Modern

Muhammadiyah mengadopsi metode pengajaran modern, menggunakan kelas, bangku, papan tulis, kurikulum terstruktur, dan evaluasi pembelajaran. Hal ini memodernisasi pendidikan Islam yang sebelumnya didominasi metode tradisional.

4. Memberdayakan Masyarakat Melalui Pendidikan

Gerakan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga berkepribadian Islami dan berorientasi pada kemajuan sosial. Banyak alumni Muhammadiyah kemudian menjadi tokoh nasional dalam berbagai bidang.

Peran Muhammadiyah dalam Transformasi Pendidikan Indonesia

Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah mendirikan ribuan lembaga pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Termasuk pesantren-pesantren Modern. Keberadaannya memberi kontribusi besar bagi modernisasi pendidikan nasional dan pemberdayaan umat Islam.

Melalui jaringan sekolah dan universitasnya, Muhammadiyah telah berperan setedaknya dalam beberapa hal:

  1. Memperluas akses pendidikan bagi rakyat kecil,
  2. Mendorong lahirnya cendekiawan Muslim modern,
  3. Menguatkan tradisi intelektual dalam masyarakat, dan
  4. Menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.

 

Muhammadiyah bukan hanya organisasi keagamaan, melainkan gerakan perubahan yang menjadikan pendidikan sebagai alat pemberdayaan masyarakat. Dengan memadukan nilai Islam dan ilmu pengetahuan modern, Muhammadiyah berhasil menjadi pionir pendidikan modern di Indonesia.

Warisan KH. Ahmad Dahlan terus hidup hingga kini, menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan pendidikan nasional dan kemajuan peradaban bangsa.

Selamat Milad Ke 113 tahun Muhammadiyah. Hidup-hidupilah Muhammadiyah yang telah memberimu hidup

 

=============================

Diambil dari berbagai sumber. Oleh:

Wahid Syahril Shidiq

Pimpinan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan